Dalam Rangka Hut ke 65, Dharma Pertiwi Melaksanakan Gerakan Memilah Sampah Menjadi Emas

MAKASSAR,MEDIATA.id-Dalam rangka HUT ke 65,Dharma Pertiwi Tahun 2019 melaksanakan gerakan memilah sampah menjadi emas diaula kantor camat manggala Senin 11 Maret 2019.pagi.

Kegiatan ini dihadiri,  Wakil ketua Dharma Pertiwi Daerah “G” Santi Hedri Alfiandi,
unsur PIA Ardhya Garini Daerah II/ Koops AU II),Vivin Budi Sulistijono,Wakil ketua Persit KCK PD XIV/Hsn,Wiwit Widiyawati, Pangkosek/Wakil ketua Dharma Pertiwi Daerah “G” unsur IKKT Pragati Wira Anggini,Danramil 1408-10/Panakukang-Manggala, Kapt inf nisan & 7 bbs ,Mayor Inf Hatta ,Dan Sekcam Manggala/mewakili Camat Manggala,Dirut Bank Sampah/Kasi kebersihan Kec. Manggala.Drs.Muh.Saleh.

Sekertaris camat manggala, H. Emil, Msi .mengatakan, Ini merupakan tahap upaya kita utk mengelola sampah di kecamatan manggala, mulai dari sampah rumah tangga sampai dengan sampah industri.Hal ini merupakan suatu langkah dan program yang sangat membantu masyarakat makassar.ucapnya.

Sementara Dirut Bank Sampah Kecaman Manggala, Drs. Muh. Saleh .mengatakan perlu saya informasikan bahwa jumlah bank sampah di Kecamatan Manggala ini belum terpenuhi di 73 RW.

Bank Sampah terbagi 2 yakni, ada namanya bank sampah unik dan bank sampah Sektoral dimana keberadaannya ada ditengah-tengah masyarakat tiap RW

Disetiap RW di Kec. Manggala ini, terdiri dari 73 RW, jadi kebutuhan bank sampah masih kurang serta ada namax bank sampah sektoral, dimana program ini kita kerja sama dgn Pegadaian dan bank sampah sektoral, bagi nasabah yg menabung sebesar 100rb dari hasil memilah sampah, itu bisa dibuatkan rekening di pegadaian, dan bila sdh mencapai harga emas dapat ditukar dgn emas dipegadaian, sedangkan dibawah 100 rb itu cuma bisa didaftar di bang sampah sektoral kecamatan.

Kedepan kita harapkan akan semakin banyak bank sampah sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, utk diketahui kekurangan sekitar 20 bank sampah di kec. Manggala

Lanjut Saleg, Hasil Audensi kita dgn adanya bank sampah, sampah yg masuk setiap harinya ke TPA itu sekitar 3343,8 meter3 atau sekitar 8 ton/harinya, dgn adanya bank sampah itu sekitar 0,3 % sampah berkurang yg maauk ke TPA, dan kita harapkan hal ini akan menjadi motifator dgn keberadaan bank sampah

Tahap pemilahan yg utama dgn memilah sampah basah, sampah pelastik, sampah kering berupa kardus dan lain-lain, sehingga bs menjadi penghasilan tambahan untuk warga.

Wakil ketua Dharma Pertiwi Daerah “G” unsur PIA Ardhya Garini Daerah II/ Koorps AU II, Santi Hedri Alfiandi W menyampaikan,
Kegiatan ini merupakan Program Dharma Pertiwi yang bertujuan untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi masyarakat

Dengan memilah sampah dan memasukkan ke bank sampah, dan mendaftarkan rekening ke Pagadaian maka sampah yg tadinya tdk bermanfaat itu bisa di tukar dengan emas. Katanya.(Ridwan Gassing)

Leave a Reply